Monday, August 4, 2008

Profil Singkat Kota Sukabumi


foto udara dan peta Kota Sukabumi
klik gambar untuk memperbesar


Kota Sukabumi adalah salah satu wilayah berstatus Kotamadya dari sembilan Kotamadya di Provinsi Jawa Barat. Kota ini memiliki wilayah seluas 48 km persegi.

Kota Sukabumi terdiri dari tujuh kecamatan (Cikole, Gunung Puyuh, Warudoyong, Citamiang, Cibeureum, Baros dan Lembur Situ) dan 33 kelurahan, dengan jumlah penduduk sebanyak 273.860 jiwa (BPS, 2004). Dengan demikian, kota ini meiliki kepadatan penduduk sebesar 5.705 jiwa untuk setiap kilometer persegi wilayahnya. Masih cukup longgar dan lega. Namun di beberapa kelurahan di pusat kota, kepadatan penduduk bisa berlipat lagi.

Dibandingkan delapan Kota lain di Jawa Barat, Kota Sukabumi berada di urutan ketujuh jika dilihat dari jumlah penduduknya (lihat tabel).

Kota Sukabumi berudara sejuk dengan ketinggian tempat antara 500 – 700 meter di atas permukaan laut dan terletak di kaki gunung sebelah selatan Gunung Gede-Pangrango. Untuk mengetahui ketinggian tempat dengan lebih akurat, datanglah ke Stasiun Kereta Api Sukabumi, di mana pada papan namanya terdapat angka +585, yang berarti letak stasiun KA Sukabumi berada pada ketinggian 585 meter di atas permukaan laut.

Namun udara sejuk Sukabumi yang terkenal itu sekarang sudah mulai terasa lebih gerah (Sunda : hareudang), karena laju pembangunan yang cukup pesat di kota Sukabumi dan sekitarnya yang mengalihfungsikan lahan bagi kehutanan, perkebunan dan pertanian menjadi tempat pemukiman, fasilitas umum, fasilitas komersial, industri dan sebagainya. Gejala ini umum terjadi hampir di seluruh Jawa dan Bali, serta wilayah di pulau-pulau lain yang mempunyai laju pertambahan penduduk dan kegiatan ekonomi yang tinggi.

Kota Sukabumi terhubung dengan jalur transportasi utama ke tiga arah. Ke barat, yaitu ke arah Cibadak, Bogor dan Jakarta. Ke timur, yaitu menghubungkan dengan kota Cianjur dan Bandung. Serta ke selatan, yaitu ke wilayah Kabupaten Sukabumi, seperti Pelabuhan Ratu dan Surade. Jalur KA juga tersedia, namun sayang sekali sedang tidak beroperasi akibat kondisi rel yang rusak dan dalam perbaikan. Jika jalur KA diaktifkan lagi, sangat membantu mengurangi beban jalan raya yang snagat padat, terutama ke arah Bogor dan Jakarta. Sedangkan ke arah timur, bisa menghubungkan jalur KA antara Bogor dan Bandung dengan mengangkut manusia maupun KA barang.

No comments: